Apa Sih DAS ? Penting Gak Sih ?


Sobat jatilovers pernah mendengar istilah DAS? Bagi sebagian orang pasti tak asing dengan istilah itu.. apalagi yang daerah tempat tinggalnya dekat sungai, seperti Brantas. DAS merupakan singkatan dari Daerah Aliran Sungai adalah daerah yang di batasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan akan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama (Asdak, 1995). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar dibawah ini.
watershed_8001Gambar 1 Daerah Aliran Sungai
dasGambar 2 Watersheed
Karena DAS dianggap sebagai suatu sistem, maka dalam pengembangannyapun, DAS harus diperlakukan sebagai suatu sistem. Dengan memperlakukan sebagai suatu sistem dan pengembangannya bertujuan untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan, maka sasaran pengembangan DAS akan menciptaka ciri-ciri yang baik sebagai berikut :
  1. Mampu memberikan produktivitas lahan yang tinggi. Setiap bidang lahan harus memberikan produktivitas yang cukup tinggi sehingga dapat mendukung kehidupan yang layak bagi petani yang mengusahakannnya.
  2. Mampu mewujudkan, pemerataan produktivitas di seluruh DAS.
  3. Dapat menjamin kelestarian sumberdaya air. (Agus,dkk.,2007).
Nah Sobat jatilovers, Apa sih fungsi DAS ?
Salah satu fungsi utama dari DAS adalah sebagai pemasok air dengan kuantitas dan kualitas yang baik terutama bagi orang di daerah hilir. Alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas tata air pada DAS yang akan lebih dirasakan oleh masyarakat di daerah hilir.
Persepsi umum yang berkembang pada saat ini, konversi hutan menjadi lahan pertanian mengakibatkan penurunan fungsi hutan dalam mengatur tata air, mencegah banjir, longsor dan erosi pada DAS tersebut. Hutan selalu dikaitkan dengan fungsi positif terhadap tata air dalam ekosistem DAS (Noordwijk dan Farida, 2004). Nah dari situ pasti sobat sudah tau bahwa hajat hidup orang banyak (air) dipengaruhi oleh bagaimana keadaan DAS itu.  Apakah Hutan akan kita jaga? atau acuh saja? atau bahkan ikut merusak?
Hubungan biofisik antara DAS bagian hulu dengan hilirGambar 3 Hubungan biofisik antara DAS bagian hulu dengan hilir
Lebih lanjut lagi, fungsi hutan dalam ekosistem DAS perlu dipandang dari tiga aspek berbeda, yaitu pohon, tanah dan lansekap (landscape). Vegetasi hutan berfungsi mengintersepsi air hujan, namun laju transpirasi yang tinggi mengakibatkan perbandingan dengan jenis vegetasi non-irigasi lainnya. Tanah hutan memiliki lapisan seresah yang tebal, kandungan bahan organik tanah, dan jumlah makroporositas yang cukup tinggi sehingga laju infiltrasi air lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pertanian. Dari sisi lansekap, hutan tidak peka terhadap erosi karena memiliki filter berupa seresah pada lapisan tanahnya. Hutan dengan  karakteristik tersebut di atas sering disebut mampu meredam tingginya debit sungai pada saat musim hujan dan menjaga kestabilan aliran air pada musim kemarau. Namun prasyarat penting untuk memiliki sifat tersebut adalah jika tanah hutan cukup
dalam. Dalam kondisi ini hutan akan mampu berpengaruh secara efektif terhadap berbagai aspek tata air (Noordwijk dan
Farida, 2004).
Daerah resapan air berperan sebagai penyaring air tanah. Ketika air masuk ke daerah resapan maka akan terjadi proses penyaringan air dari partikel-partikel yang terlarut di dalamnya. Hal ini dimungkinkan karena perjalanan air dalam
tanah sangat lambat dan oleh karenanya memerlukan waktu yang relatif lama.
Pada keadaan normal, aliran air tanah langsung masuk ke sungai yang terdekat (Asdak, 1995).
Berkurangnya infiltrasi air ke dalam tanah yang mengalami erosi di bagian hulu DAS menyebabkan pengisian kembali (recharge) air di bawah tanah (ground water) juga berkurang yang mengakibatkan kekeringan di musim kemarau.
Dengan demikian terlihat bahwa peristiwa banjir dan kekeringan merupakan fenomena ikutan yang tidak terpisahkan dari peristiwa erosi. Bersama dengan sedimen, unsur-unsur hara terutama N dan P serta bahan organikpun banyak yang
ikut terbawa masuk ke dalam waduk atau danau (Agus,dkk.,2007).
Apa Sih Infiltrasi ?
Infiltrasi dapat diartikan sebagai proses masuknya air ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler (gerakan air ke arah lateral) dan gravitasi (gerakan air ke arah vertikal). Setelah keadaan jenuh pada lapisan tanah bagian atas terlampaui, sebagian dari air tersebut mengalir ke tanah yang lebih dalam sebagai akibat gaya gravitasi bumi dan dikenal dengan proses perkolasi. Laju  maksimal gerakan air masuk ke dalam tanah dinamakan kapasitas infiltrasi. Kapasitas infiltrasi terjadi ketika intensitas hujan melebihi kemampuan tanah dalam menyerap kelembaban tanah. Sebaliknya, apabila intensitas hujan lebih kecil daripada kapasitas infiltrasi, maka laju infiltrasi sama dengan laju curah hujan (Asdak,1995).
Kondisi permukaan, seperti sifat pori dan kadar air rendah, sangat menentukan jumlah air hujan yang diinfiltrasikan dan jumlah runoff. Jadi, laju infiltrasi yang tinggi tidak hanya meningkatkan jumlah air yang tersimpan dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman, tetapi juga mengurangi besarnya banjir dan erosi yang diaktifkan oleh runoff. Pukulan butir-butir hujan pada  permukaan tanah yang terbuka menghancurkan dan mendispersikan aggregat tanah yang mengakibatkan penyumbatan pori tanah di permukaan. Hal ini akan menurunkan laju infiltrasi. Penurunan laju infiltrasi juga dapat terjadi karena overgrazing, dan
pemadatan tanah akibat penggunaan alat-alat berat (Hakim,dkk.,1986).
Pengaruh tanaman diatas permukaan tanah ada 2 yaitu berfungsi menghambat aliran air dipermukaan sehingga kesempatan berinfiltrasi besar, sedangkan yang kedua sistem akar-akaran yang dapat lebih menggemburkan tanah. Sehingga makin baik penutupan tanah, maka laju infiltrasi cenderung lebih tinggi (Harto, 1993).
Apa Fungsi Infiltrasi?
Proses infiltrasi adalah bagian yang sangat penting dalam daur hidrologi maupun dalam proses pengalihragaman hujan menjadi aliran di sungai. Dengan adanya proses infiltrasi, maka dapat mengurangi terjadinya banjir, mengurangi terjadinya erosi tanah. Selain itu kegunaan dari infiltrasi adalah memenuhi kebutuhan tanaman dan vegetasi akan air, mengisi kembali reservoir tanah dan menyediakan aliran sungai pada saat musim kemarau (Scyhan, 1990).
Kapasitas infiltrasi adalah kemampuan tanah dalam merembeskan banyaknya air ke dalam tanah. Besarnya kapasitas infiltrasi dapat memperkecil berlangsungnya aliran permukaan tanah. Berkurangnya pori-pori tanah yang umumnya disebabkan oleh pemadatan tanah, menyebabkan menurunnya infiltrasi (Sutedjo dan Kartasapoetra, 1991).
Di dalam tanah, air berada di dalam ruang pori di antara padatan tanah, jika tanah dalam keadaan jenuh air, ruang pori tanah terisi oleh air. Dalam keadaan ini disebut “kapasitas penyimpanan air masimum”. Selanjutnya, jika tanah dibiarkan mengalami  pengeringan sebagian lainnya terisi air. Dalam keadaan ini tanah dikatakan jenuh (Islami dan Wani, 1995).
Kapasitas infiltrasi rata-rata berkorelasi dengan sifat-sifat fisik tanah.
Korelasi bersifat positif terhadap porositas tanahdan kandungan bahan organik, beberapa kapasitas infiltrasi khas untuk berbagai tekstur tanah. Pemadatan oleh hujan, hewan ataupun peralatan yang berat secara drastis dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air dengan tertutupnya pori-pori tanah (Lee, 1990).
Kapasitas menahan air berhubungan dengan luas permukaan adsorpsi dan volume ruang pori, sehingga ia ditentukan baik oleh tekstur maupun struktur tanah. Tanah bertekstur halus mempunyai kapasitas total menahan air tertinggi, tetapi jika air ters
edia tertinggi dipunyai oleh tanah bertekstur sedang. Pengaruh bahan organik bukan semata-mata disebabkan oleh kemampuan bahan organik menahan air, tetapi juga peranannya dalam pembentukan struktur dan porositas tanah (Hakim, dkk., 1986).
Kandungan air tanah berkaitan dengan kelembaban tanah yang berpengaruh terhadap laju infiltrasi. Laju infiltrasi terbesar terjadi pada tanah dengan kandungan air rendah dan sedang, tetapi makin tinggi kadar air sampai keadaan jenuh air, laju infiltrasi menurun hingga mencapai minimum sehingga menyebabkan laju permeabilitas yang rendah (Asdak, 1995).
Proses Terjadinya Infitrasi
Ketika air hujan menyentuh permukaan tanah, sebagian atau seluruh air hujan tersebut masuk ke dalam tanah melalui pori-pori permukaan tanah. Proses masuknya air hujan ke dalam tanah disebabkan oleh tarikan gaya gravitasi dan gaya kapiler tanah. Laju air infiltrasi yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi dibatasi oleh besarnya diameter pori-pori tanah. Dibawah pengaruh gaya gravitasi, air hujan mengalir tegak lurus ke dalam tanah melalui profil tanah. Pada sisi yang lain, gaya kapiler bersifat mengalirkan air tersebut tegak lurus ke atas, kebawah dan ke arah horizontal. Gaya kapiler tanah ini bekerja nyata pada tanah dengan pori-
pori yang relatif kecil (USDA NRCS, 1998).
Dapat dikatakan bahwa, proses infiltrasi melibatkan tiga proses yang saling tidak tergantung satu sama lain, yaitu (1) proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan tanah, (2) tertampungnya air hujan tersebut di dalam tanah, (3) proses mengalirnya air tersebut ke tempat lain (bawah, samping, dan atas). Meskipun tidak saling tergantung, ketiga proses tersebut saling terkait. Besarnya laju infiltrasi pada tanah tidak bervegetasi tidak akan pernah melebihi laju intensitas hujan (Asdak, 1995).
Nah, dari penjelasan yang singkat tersebut pasti kita akan berpikir ulang untuk menebang pohon secara liar, merusak hutan, dan lan sebagainya yang membuat cadangan air dalam tanah habis sehingga akan terjadi krisis air di musim kemarau dan bahkan banjir di musim penghujan karena erosi. Mungkin hanya segitu saja karena memang backgound saya bukan dalam bidang lingkungan. Yang terpenting sekarang adalah Cintai Alam, Jangan Merusak Alam, Alam adalah Sahabat Kita.
NB: Tinggalkan komentar ya sobat jatilovers. THANK YOU
Categories: umum | Tags: , , , , , , , , , | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “Apa Sih DAS ? Penting Gak Sih ?

  1. caki

    ardi lemu

  2. arta

    mantap tuh,, aq baru mudeng.. kirain daerah pinggiran sungai dengan luasan tertentu..
    tuh yang bikin DAS siapa ya?? apa ada DAS buatan juga???

    • yang bikin adalah Tuhan Yang Maha Esa.😀
      yang saya tau hanya DAS alami saja, tp mungkin di negara lain ada yang buatan, karena kita tahu bahwa fungsi utama DAS adalah sebagai cadangan air sehingga di jaman teknologi seperti sekarang ini, not impossible untuk hal itu

  3. Duke Hendriks Alfito

    Trima kasih..
    Berkat Geojati saya mengetahui tentang DAS!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: