Arti “Tuhan” Bagi Isaac Newton


Ada sebuah narasi menarik mengenai Isaac Newton, salah satu ilmuan terbesar yang pernah lahir. Ternyata ia adalah orang yang percaya tentang adanya Tuhan. Padahal, selama ini yang saya tahu Isaac Newton merupakan seorang ilmuan zaman pencerahan yang anti Tuhan dan ternyata itu salah.

Isaac Newton bisa dibilang merupakan seorang pencari Tuhan sejati dan ia berhasil menemukannya justru lewat ilmu pengetahuan. Lewat teori gravitasinya ia mulai berfikir mengenai Tuhan yang Maha Pintar, Kuat dan Selalu ada. Hal ini ditulisnya dalam bukunya Principia,

Sistem maha indah yang terdiri atas matahari, planet, dan komet-komet ini hanya mungkin berasal dari rancangan dan kekuasaan Wujud yang cerdas dan perkasa…. Dia abadi dan tak terbatas, mahakuasa dan maha mengetahui; artinya, keberadaannya tak berawal dan tak berakhir; kehadirannya mencakup segala ketakterbatasan; dia mengatur segala sesuatu, dan mengetahui segala sesuatu yang akan atau dapat dilakukan…. Kita mengenalnya hanya melalui rancangannya yang mahabijaksana dan mahaunggul, dan sebab-sebab akhir; kita mengagumi kesempurnaannya; namun kita memuliakan dan memujanya karena kekuasaannya: sebab kita memujanya karena kita adalah hambanya; dan tuhan tanpa kekuasaan, rahmat pemeliharaan, dan kedudukan sebagai sebab-sebab akhir tak lebih merupakan Takdir dan Kodrat. Keharusan metafisikan buta, yang selalu sama di mana-mana, tak akan menghasilkan keragaman. Semua keragaman yang kita temukan pada waktu dan tempat berbeda itu tentulah bersumber dari gagasan dan kehendak sebuah Wujud yang pasti ada. (dalam Armstrong, 2011, 452)

Pada kalimat ketiga dari bawah kita melihat ada kata mengenai takdir dan kodrat. Ini menunjukkan bahwa Newton ternyata mengakui keberadaan aturan Tuhan yang telah ditetapkan bagi ciptaanNya namun bukan berarti Newton percaya akan tahayul. Selama hidupnya ia berusaha membersihkan tahayul dan kebodohan dalam menyembah Tuhan.

Kisah Athanasius dan Arius

Sebagai penganut Kristen yang taat, ia berniat menghapuskan segala kepercayaan yang berbau mukjizat walaupun itu membuatnya bertentangan dengan doktrin krusial seperti Ketuhanan Yesus. Kemudian ia melakukan penelitian dan menghasilkan sesuatu yang sangat mengejutkan,

Selama 1670-an Isaac Newton memulai sebuah studi teologis serius tentang doktrin Trinitas dan tiba pada kesimpulan bahwa doktrin itu diselundupkan kedalam gereja oleh Athanasius untuk mencari muka orang-orang pagan yang baru menganut agama Kristen. Ariuslah yang benar: Yesus pasti bukan Tuhan, dan bagian-bagian Perjanjian Baru yang dipakai untuk “membuktikan” kebenaran doktrin Trinitas dan Inkarnasi adalah palsu (Armstrong, 2011, 454)

Ini adalah sebuah pernyataan yang sangat sensitif  karena dengan sikap ini telah membuat newton berseberangan dengan gereja. Kemudian dengan mengatakan hal ini, sebenarnya Newton telah menuduh Kristen bukanlah agama yang murni karena kitab Perjanjian Baru yang menjadi pegangan dan sumber wahyu telah dipalsukan dengan memasukkan konsep Trinitas yang sebenarnya tidak pernah ada.

Mempertanyakan Trinitas berarti mempertanyakan kebenaran agama, dan ini bukanlah hal yang main-main karena akan menyakini jutaan penganutnya.

Namun bila kita melihat sisi baiknya, tindakan Newton yang sampai melakukan studi teologis serius, apapun hasilnya (benar atau salah), merupakan suatu tanda bahwa ia adalah pencari kebenaran sejati.

Daftar Pustaka:

Armstrong, Karen. Sejarah Tuhan. (2011).Cet.2.Diterjemahkan oleh Zaimul Am.Bandung: Mizan

note: pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak / komentar

Categories: islam | Tags: , , , , | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Arti “Tuhan” Bagi Isaac Newton

  1. Arta

    Berdasarkan ulasan anda, sya melihat bahwa Newton pada crita tersebut sudah menemukan keyakinanny mengenai Tuhan, yg dy lakukan adl mencari bukti pembenaran atas keyakinannya sendiri.
    Yg dilakukan oleh Newton adl mlakukan pmbuktian dg pndktn deduktif, dmna dy melakukan pembuktian thd hipotesis yg sudah ada dlm benaknya.
    dengan demikian, pncarian yg dy lakukan brsifat trbatas hanya utk membuktikan opini-opini liar yg dy yakini saja. shg blum bsa dkatakan menemukan Tuhan.

    • saya setuju dgn pendapat saudara Arta, disini Newton menyadari bahwa ada kekuatan lain yang diluar kekuatan manusia, yaitu yang menciptakan alam semesta dan seisinya. dan itu dia dapatkan dengan melakukan percobaan-percobaan secara ilmiah dan memang terbukti ada Tuhan, hanya ada satu Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa. tetapi dalam proses pembuktian itu Newton belum menemukan agama apa yg menyatakan tentang kebenaran atas pemikiran Newton itu. Mungkin saat itu Islam tidak berkembang di wilayah Eropa sehingga Newton hanya sebatas mengetahui bahwa Tuhan itu ada dan hanya ada satu Tuhan. Tapi Newton belum mengetahui agama yg menyatakan akan hal itu. sehingga mungkin lebih tepatnya Newton mempercayai ada satu Tuhan.
      Hanya berdasarkan pengetahuan yg saya dapat.

      Jazakumullah khoiron katsiron..

      • Arta

        Tidak cukup hanya menerima kenyataan bahwa Tuhan itu Esa.
        Namun, perlu dipertegas lagi.
        Siapa Tuhanmu ??
        Mengapa engkau mengikuti keyakinanmu??
        Apa hanya karena ajakan oranag tuamu saja??
        Siap-kah bila kamu mengetahui kenyataan bahwa mungkin saja keyakinan yang engkau ikuti itu bisa jadi salah??
        Apabila anda menemukan kebenaran, siapkah anda meninggalkan yang salah dan mengikuti yang benar??
        Siapkah anda dikucilkan oleh lingkungan dekat anda??
        Apabila masih ada ketakutan akan pertanyaan2 di atas berarti anda belum siap benar untuk mengenal Tuhan anda.

        Buka pikiranmu pada kompleksitas alam semesta.
        kemudian berdoalah supaya diberi petunjuk oleh-Nya.
        Niatkan benar2 bahwa anda ingin sekali mengenal Tuhan Anda.

        Semoga Tuhan senantiasa memberi petunjuk kepada hamba2 yang benar2 ingin mengenal-Nya. Amien.

      • Saya setuju sekali dengan mas Arta ini,, subhanallah.. saya bisa banyak belajar dgn anda. Kecintaan pada dunia yg berlebihan lah yang menjadikan seseorng tidak siap untuk mengenal Tuhan, kebanyakan hanya ikut-ikutan saja, tidak mau mengkaji. Bagmna mnurut mas Arta dengan orang-orang yg hanya ikut2an sja?? semoga kita termasuk orang2 yang selalu mendekat pada Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: